Oleh: gokoolnaruto | Juli 8, 2012

Istilah-Istilah dalam dunia android

Bootloop
artinya HH tidak dapat menyelesaikan siklus booting normal dan terjebak pada proses booting, tidak dapat masuk ke homescreen. Biasanya bisa diperbaiki dengan melakukan restore Nandroid backup atau reflashing rom.

Brick
Handheld yang tidak lagi berfungsi, biasanya karena gagal update firmware. Karena handheld tidak berfungsi lagi, maka bisa diibaratkan sebagai “brick” (batu bata). Ada dua jenis Brick yaitu Hard-Brick dan Soft-Brick

Custom ROM/Firmware/Recovery
Penting : C-U-S-T-O-M, bukan C-O-S-T-U-M
ROM/Firmware/Recovery yang sudah dimodifikasi (customized), biasanya dilakukan karena yang Stock kurang optimal dan/atau untuk memenuhi kebutuhan user. Penggunaan Custom ROM/Firmware/Recovery biasanya menghanguskan garansi HH agan. Namun bisa dilakukan reflashing ke Stock ROM/Firmware/Recovery agar garansi kembali berlaku (asal belom habis masa garansinya)

Firmware
Dikenal juga dengan Istilah ROM, yaitu OS yang berjalan di HandHeld agan.

Flashing
Proses instalasi sebuah firmware (atau ROM) kedalam device, biasanya dengan urutan yang sudah ditentukan. Jika langkah yang dilakukan tidak sesuai perintah/instruksi, ada kemungkinan HH akan brick. Flashing Custom ROM biasanya menghanguskan garansi, tapi reflashing ke Stock ROM bisa mengembalikan garansi yang hangus (dengan syarat masa garansi masih berlaku)

Hard-Brick
Brick Permanen, biasanya karena error di hardware, penyebabnya yang paling mungkin adalah Overclock Prosesor. Bisa juga karena kesalahan dalam modifikasi hardware driver di HH.

Nandroid Backup :
Full System Backup yang dilakukan Recovery Mode. Kalo backup ini direstore, HH agan akan kembali ke kondisi dimana backup dilakukan

OverClock
Meningkatkan kinerja prosesor diatas clock/kecepatan standar. biasanya hanya tersedia pada Custom ROM/Custom Kernel, syarat untuk overclock adalah HH harus sudah di-Root. Pada Galaxy W saat ini Overclock yang bisa dilakukan maksimum adalah 1.8 GHz. Kinerja prosesor akan menjadi lebih cepat, dengan konsekuensi penggunaan baterai jadi lebih boros dan HH jadi lebih cepat panas. Overclock bisa menyebabkan HH anda Hard-Brick alias brick permanen, Do at your own risk!

Rooting/Root
Mengambil akses root (“administrator”, atau akses penuh) terhadap HH. Hal ini memungkinkan partisi internal di-mount “read/write”, yang memungkinkan anda melakukan banyak hal: USB atau Wi-Fi tethering, uninstall aplikasi yang biasanya tidak dapat di-uninstall (e.g. Samsung Apps, GameHub, dll), install aplikasi yang memerlukan akses root (seperti AdFree, Titanium Backup), disable suara shutter kamera (dengan menghapus file suara shutter), overclock atau underclock CPU (SetCPU, AnTuTu CPU Master), dan sebagainya. Aplikasi “Superuser” mengendalikan aplikasi apa saja yang diberikan hak Root. Dengan melakukan Rooting, garansi terhadap HH anda akan hilang, namun garansi bisa dikembalikan dengan melakukan Unrooting

Soft-Brick
Jenis Brick yang masih bisa diperbaiki, biasanya karena kegagalan di software, contoh yang paling jelas adalah bootloop, atau HH hanya bisa masuk ke download mode, biasanya reflash Firmware bisa memperbaiki soft-brick.

Stock
Arti kasarnya : Bawaan pabrik. Device yang baru dibeli selalu ada dalam keadaan “stock” (masih asli bawaan pabrik, kecuali belinya second/bekas ). Contoh lain : Stock ROM, Stock Recovery, Stock Firmware, dan sebagainya.

Unrooting/Unroot
Lawan dari proses rooting, mengembalikan priveledge/hak akses Android ke posisi semula, mengembalikan status garansi di Device anda (dengan syarat garansinya memang masih berlaku ) , Jika ada aplikasi yang memerlukan akses root, setelah unroot, aplikasi tersebut tidak dapat dijalankan lagi.

Underclock
Lawan dari OverClock, menurunkan kecepatan clock prosesor HH, Kinerja prosesor akan menurun, dengan konsekuensi penggunaan baterai menjadi lebih hemat. Underclock sepertinya bisa dilakukan pada stock rom dengan syarat HH sudah di Root.

Undervolt
Penurunan voltase yang digunakan prosesor, bisa dilakukan dengan modifikasi source code (developer silakan ), kernel dari cowithgun adalah contoh paling jelas, Voltase standar yang digunakan prosesor Galaxy W adalah 1,275 volt pada kecepatan 1,4 GHz , sedangkan voltase yang digunakan oleh kernel cowithgun pada kecepatan clock prosesor yang sama adalah 1,225 volt (undervolt non-agresif) dan 1,200 volt (undervolt agresif). Undervolting biasanya tidak begitu mempengaruhi kinerja prosesor, tetapi daya tahan baterai akan terasa lebih meningkat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: